qu

qu

Saturday, April 6, 2013

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT


MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE TGT

A.  Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
Banyak ahli berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatifunggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep sulit. Pembelajaran kooperatif juga menurut mereka memberikan efek terhadap sikap penerimaan perbedaan antar-individu, baik ras, keragaman budaya, gender, sosial-ekonomi, dll.Selain itu yang terpenting, pembelajaran kooperatif mengajarkan keterampilan bekerja sama dalam kelompok atau teamwork. Keterampilan ini sangat dibutuhkan anak saat nanti lepas ke tengah masyarakat.
Menurut Saco (2006), dalam TGT siswa memainkan permainan-permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Permainan dapat disusun guru dalam bentuk kuis berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kadang-kadang dapat juga diselingi dengan pertanyaan yang berkaitan dengan kelompok
Menurut Davied Devrie dan keith Edward (1995) ,merupakan pembelajaran pertama dari John Hopkins.dalam model ini kelas dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yng beranggotakan 3 sampain dengan 5 siswa yang berbeda-beda tingkat kemampuan,jenis kelamin,dan latar belakang etniknya.kemudian siswa akan bekerjasama dalam kelompok-kelompok kecilnya,pembelajaran ini hamper sama seperti STAD dalam setiap hal kecuali satu.
Menurut Nur dan Wikandari (2000), menjelaskan bahwa TGT telah digunakan dalam berbagai macam mata pelajaran dan paling cocok digunakan untuk mengajar pembelajaran yang dirumuskanndengan tajam dengan satu jawaban benar seperti perhitungan,dan penerapan berarti matematika dan fakta-fakta serta konsep IPA.
Dari beberapa pengertian diatas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan 3-5 siswa yang memiliki kemampuan,melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan, melibatkan siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforment.
TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi, dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing – masing.
Berdasarkan apa yang diungkapkan oleh Slavin, maka model pembelajaran kooperatif tipe TGT memiliki ciri – ciri sebagai  berikut:
a.  Siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil
Siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda. Dengan adanya heterogenitas anggota kelompok, diharapkan dapat memotifasi siswa untuk saling membantu antar siswa yang berkemampuan lebih dengan siswa yang berkemampuan kurang dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini akan menyebabkan tumbuhnya rasa kesadaran pada diri siswa bahwa belajar secara kooperatif sangat menyenangkan.

b.    Games Tournament
Dalam permainan ini setiap siswa yang bersaing merupakan wakil dari kelompoknya.Siswa yang mewakili kelompoknya, masing – masing ditempatkan dalam meja – meja turnamen. Tiap meja turnamen ditempati 5 sampai 6 orang peserta, dan diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama. Dalam setiap meja turnamen diusahakan setiap peserta homogen.Permainan ini diawali dengan memberitahukan aturan permainan. Setelah itu permainan dimulai dengan membagikan kartu – kartu soal untuk bermain (kartu soal dan kunci ditaruh  terbalik di atas meja sehingga soal dan kunci tidak terbaca). Permainan pada tiap meja turnamen dilakukan dengan aturan sebagai berikut. Pertama, setiap pemain dalam tiap meja menentukan dulu pembaca soal dan pemain yang pertama dengan cara undian. Kemudian pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisi nomor soal dan diberikan kepada pembaca soal. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain. Selanjutnya soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal. Setelah waktu untuk mengerjakan soal selesai, maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang akan ditangapi oleh penantang searah jarum jam. Setelah itu pembaca soal akan membuka kunci jawaban dan skor hanya diberikan kepada pemain yang menjawab benar atau penantang yang pertama kali memberikan jawaban benar.
Jika semua pemain menjawab salah maka kartu dibiarkan saja. Permainan dilanjutkan pada kartu soal berikutnya sampai semua kartu soal habis dibacakan, dimana posisi pemain diputar searah jarum jam agar setiap  peserta dalam satu meja turnamen dapat berperan sebagai pembaca soal, pemain, dan penantang. Disini permainan dapat dilakukan berkali – kali dengan syarat bahwa setiap peserta harus mempunyai kesempatan yang sama sebagai pemain, penantang, dan pembaca soal.
Dalam permainan ini pembaca soal hanya bertugas untuk membaca soal dan membuka kunci jawaban, tidak boleh ikut menjawab atau memberikan jawaban pada peserta lain. Setelah semua kartu selesai terjawab, setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan berapa poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan.Selanjutnya setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh berdasarkan tabel yang telah disediakan.Selanjutnya setiap pemain kembali kepada kelompok asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh kepada ketua kelompok.Ketua kelompok memasukkan poin yang diperoleh anggota kelompoknya pada tabel yang telah disediakan, kemudian menentukan kriteria penghargaan yang diterima oleh kelompoknya.

c.    Penghargaan Kelompok
Langkah pertama sebelum memberikan penghargaan kelompok adalah menghitung rerata skor kelompok. Untuk memilih rerata skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor yang diperoleh oleh masing – masing anggota kelompok dibagi dengan dibagi dengan banyaknya anggota kelompok. Pemberian penghargaan didasarkan atas rata – rata poin yang didapat oleh kelompok tersebut. Dimana penentuan poin yang diperoleh oleh masing – masing anggota kelompok didasarkan pada jumlah kartu yang diperoleh oleh seperti ditunjukkan pada tabel berikut:


 Tabel 2.1 Perhitungan Poin Permainan Untuk Empat Pemain 
Pemain dengan
Poin Bila Jumlah Kartu Yang Diperoleh
Top Scorer
40
High Middle Scorer
30
Low Middle Scorer
20
Low Scorer
10

Tabel 2.2 Perhitungan Poin Permainan Untuk Tiga Pemain
Pemain dengan
Poin Bila Jumlah Kartu Yang Diperoleh
Top scorer
60
Middle scorer
40
Low scorer
20
(Sumber : Slavin, 1995:90) Dengan keterangan sebagai berikut:
Top Scorer (skor tertinggi), High Middle scorer ( skor tinggi ), Low Middle
Scorer ( skor rendah ), Low Scorer ( skor terendah), ( skor sedang ).
Dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ada beberapa tahapan yang perlu ditempuh, yaitu :
1.      Mengajar (teach)
Mempersentasekan atau menyajikan materi, menyampaikan tujuan, tugas, atau kegiatan yang harus dilakukan siswa, dan memberikan motivasi.
2.      Belajar Kelompok (team study)
Siswa bekerja dalam kelompok yang terdiri atas 5 sampai 6 orang dengan kemampuan akademik, jenis kelamin, dan ras / suku yang berbeda. Setelah guru menginformasikan materi, dan tujuan pembelajaran, kelompok berdiskusi dengen menggunakan LKS. Dalam kelompok terjadi diskusi untuk memecahkan masalah bersama, saling memberikan jawaban dan mengoreksi jika ada anggota kelompok yang salah dalam menjawab.

 3.      Permainan (game tournament)
4.      Permainan diikuti oleh anggota kelompok dari masing – masing kelompok yang berbeda. Tujuan dari permainan ini adalah untuk mengetahui apakah semua anggota kelompok telah menguasai materi, dimana pertanyaan – pertanyaan yang diberikan berhubungan dengan materi yang telah didiskusikan dalam kegiatan kelompok,
5.      Penghargaan kelompok (team recognition)
Pemberian penghargaan (rewards) berdasarkan pada rerata poin yang diperoleh oleh kelompok dari permainan. Lembar penghargaan dicetak dalam kertas HVS, dimana penghargaan ini akan diberikan kepada tim yang memenuhi kategori rerata poin sebagai berikut.

Tabel 2.3 Kriteria Pengahrgaan Kelompok
Kriteria ( Rerata Kelompok )
Predikat
30 sampai 39
Tim Kurang baik
40 sampai44
Tim Baik
45 sampai 49
Tik Baik Sekali
50 ke atas
Tim Istimewa

Komponen-komponen Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, diantaranya:
1.    Komponen pertama adalah presentasi kelas atau pengamatan langsung.presentasi kelas digunakan guru untuk memperkenalkan materi pelajaran dengan pengajaran langsung atau diskusi ayaupun presentasi audiovisual
2.    Komponen kedua dalam pembelajaran TGT adalah tim.tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik,jenis kelamin,ras dan etnisitas.
3.    Komponen ketiga adalah permainanmpermainan disusun untuk menguji pengetahuan yang dicapai siswa dan biasanya disusun dalam pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi dalam presentasi kelas dan latihan lain dalam penelitian ini permainan yang digunakan adalah rodaimpian
4.    Komponen keempat dalam pembelajaran TGTadalah pertandingan atau Turnamen.Tournament adalah sebuah struktur dimana permainan berlangsung.kompetisi yang seimbang ini memungkinkan para siswa dari emua tingkat kinerja sebelumnya berkontribusi secara maksimal terhadap skor tim mereka.
5.    Komponen terakhir adalah penghargaan tim,gunakan imajinasi kreativitas dan variasikan penghargaan dari waktu kewaktu

B.  Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT

Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe TGT, diantaranya:
1.    Kelompok (Team)
a.    Membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa yang anggotanya heterogen
b.    Memberitahu siswa tentang tugas yang harus dikerjakan oleh anggota kelompok
2.    Presentasi kelas (class Presentation)
a.    Menyampaikan tujuan pemmbelajaran yang hendak dicapai
b.    Menghimbau siswa bahwa materi yang disampaikan akan berguna ada saat game dan menentukan skor kelompok
c.    Menyampaikan/mempresentasukan materi pelajaran didalam kelas
3.    Permainan (games)
a.    Membrikan games dalam bentuk pertanyan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian materi
b.    Memberikan materi games dalam dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan dalam bentuk kartu indek
c.    Memberikan dan mengumpulkan skor kepada siswa yang menjawab benar
4.    Kompetisi (Turnamen)
a.    Membagi siswa kedalam beberapa meja turnamen.tiga siswa tertinggi presentasinya pada meja 1,tiga siswa selanjutnya pada meja kedua dan seterusnya
b.    Mengkoordinasikan jalannya turnamen dengan prosedur pelaksanaan
5.    Penghargaan ( Team recognize )
a.    Mengumumkan hasil penilaian dari pengumpulan skor turnamen
b.    Memberikan penghargaan terhadap usaha-usaha yang telah dilakukan oleh individu maupun oleh kelompok.
Pendekatan yang digunakan dalam TGT adalah pendekatan secara kelompok yaitu dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dalam pembelajaran supaya siswa aktif.ciri-ciri pendekatan secara kelompok ditinjau dari segi:
1.      Tujuan pembelajaran yaitu
a.    Memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara rasional
b.    Mengembangkan sikap sosial dan semangat bergotong royong
c.    Mendinamisasikan kegiatan kelompok dalam belajar sehingga setiap kelompok merasa memiliki tanggung jawab
d.   Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam kelompok tersebut

2.      Sosial dalam pembelajaran kelompok kecil
a.    Anggota kelompok sadar diri menjadi anggota kelompok
b.    Siswa sebagai anggota kelompok memiliki rasa tanggung jawab
c.    Setiap anggota kelompok membina hubungan yang baik dan mendorong timbulnya semangat tim
d.   Kelompok mewujudkan suatu hubungan kerja yang kompak

3.      Guru dalam pembelajaran kelompok yaitu
a.    Pembentukan kelompok
b.    Perencanaan tugas kelompok
c.    Pelaksanaan
d.   Evaluasi hasil belajar kelompok
Implementasi model pembelajaran TGT, diantaranya:
1.      Pembelajaran berpusat pada siswa
2.      Proses pembelajaran dengan suasana kompetensi
3.      Pembelajaran bersifat aktif/siswa berlomba untuk dapat menyelesaikan persoalan
4.      Pembelajaran diterapkan dengan pengelompokan siswa menjadi tim-tim
5.      Dalam kompetisi diterapkan tim system poin
6.      Dalam kompetisi disesuaikan dengan kemampuan siswa atau dikenal kesetaraan dalam kinerja akademik
7.      Kemajuan kelompok dapat diikuti oleh seluruh kelas melalui jurnal kelas yang diterbitkan secara mingguan
8.      Dalam pemberian bimbingan guru mengacu pada jurnal.
9.      Adanya system penghargaan bagi siswa yang memperoleh poin banyak
C. Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT
v Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, diantaranya:
a.    Model TGT tidak hanya membuat siswa yang cerdas lebih menonjol dalam pembelajaran,tetapi siswa yang berkemampuan lebih rendah juga ikut aktif dan mempunyai peranan yang penting dalam kelompokanya.
b.    Dengan model pembelajaran ini membuat rasa kebersaan dan saling menghargai sesame anggota kelompoknya.
c.    Dalam model pembelajaran ini membuat siswa kebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran,karena dalam pembelajaran ini guru menjanjikan sebuah penghargaan pada siswa atau kelompok terbaik.
d.   Dalam pembelajaran ini membuat siswa menjadi lebih senang dalam mengikuti pelajaran karena ada kegiatan permainan beruoa turnamen dalam model ini

v Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, diantaranya:
a.    Dalam model pembelajaran ini,harus menggunakan waktu yang sangat lama
b.    Gurumenggunakan model pembelajaran ini guru harus pandai memilih materi pelajaran yang cocok untuk model ini
c.    Guru harus mempersiapkan model ini dengan baik sebelum diterapkan

2 comments:

  1. Replies
    1. trimaksih,,,
      d tnggu knjungan slanjutnya,,,
      smoga bermanfaat,,

      Delete